Senin, 23 Maret 2009

Teknologi 3,5G

3,5G atau dikenal juga sebagai super 3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan bertukar data video (video sharing).

Teknologi ini merupakan penyempurnaan teknologi sebelumnya dengan menutupi semua keterbatasan 3G. Contohnya layanan panggilan video 3,5G mengalami penyempurnaan dengan meniadakan penundaan suara maupun penundaan pada tayangan wajah lawan bicara di layar ponsel (yang sering terjadi pada 3G), sehingga melakukan panggilan video (video call) melalui jaringan 3,5G jauh lebih terkesan hidup.

Teknologi 3,5G

Teknologi 3,5G ini merupakan teknologi transmisi data pita lebar yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile broadband) yang berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). Teknologi ini mampu mengirimkan data awal (initial data transmission speed) dengan kecepatan hampir sepuluh kali lipat dari kecepatan teknologi 3G. Teknologi 3,5G berbasis HSDPA dikembangkan dari W-CDMA (Wideband CDMA) dan memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS). Dikatakan demikian, karena melalui HSDPA terbentuklah saluran W-CDMA yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang hanya digunakan untuk transmisi beragam informasi arah bawah menuju ponsel.

Beberapa penggunaan teknologi 3,5 G

  1. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). HSDPA merupakan Evolusi WCDMA dari Ericsson dimana teknologi ini merupakan protokol tambahan pada sistem WCDMA (wideband CDMA) yang mampu mentransmisikan data berkecepatan tinggi.
  2. WiBro(Wireless Broadband). WiBro merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang dikenal dengan kebijakan 839. WinBro mampu mengirimkan data dengan kecepatan hingga 50 Mbps.

Spesifikasi

Platform

Kecepatan

GPRS

max 115 Kbps

EDGE

max 236 Kbps

3G

max 384 Kbps

HSDPA (3,5G)

max 3.6 Mbps

Aplikasi

Teknologi 3,5G ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh beragam sajian multimedia, seperti streaming video, streaming musik, mobile TV, permainan daring (online game) , cuplikan film, animasi, video klip, permainan, video klip olahraga, berita keuangan, memainkan kumpulan lagu secara penuh, dan unduh karaoke dengan kecepatan tinggi. Seluruhnya dapat dilakukan sambil tetap melakukan telepon video dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3,5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini, kita dapat mengakses data/internet dengan lebih cepat.

Keunggulan

Berbekal bandwith hingga 3,6 megabit per detik (mbps), kehadiran HSDPA dari jalur teknologi 3,5G ini meninggalkan pendahulunya yaitu GPRS hingga 3G. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 kilobit per detik (kbps). Penerusnya EDGE yang juga dikenal dengan 2,75G hanya mampu sampai di 150 kilobit per detik (kbps). Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 kilo bit per detik (kbps). Teknologi 3.5G mobile internet access menawarkan berbagai keuntungan untuk kalangan bisnis maupun perorangan. Keunggulan utama yaitu dengan kecepatan super tinggi hingga 3.6 Mbps menggunakan tehnologi High Speed Downlink Package Access (HSDPA) memperlihatkan bahwa teknologi 3.5G sangat superior dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya.

3,5G sebagai Internet Broadband

Operator-operator seluler di Indonesia yang sekarang telah menggunakan teknologi ini adalah Telkomsel, Indosat, dan XL. Kebanyakan dari operator tersebut menggunakan teknologi ini lebih difokuskan kepada penyediaan internet broadband 3,5G atau internet broadband yang berkecepatan tinggi. Jangkauan layanan 3,5G dari beberapa operator seluler di Indonesia:

Para operator meyediakan paket internet broadband cepat yang mengacu pada besarnya kuota kemampuan unduh yang akan digunakan oleh pelanggan. Paket-paket yang diberikan oleh ketiga operator ini rata-rata sama yaitu paket 500MB, paket 1GB, Paket 2GB, dan yang lainnya. Yang membedakan antara operator satu dengan yang lainnya biasanya hanya di harga. Misalnya untuk Indosat Matrix pakai 1GB tarifnya adalah Rp200.000 (tahun 2008), sedangkan untuk Telkomsl paket 1GB tarifnya adalah Rp350.000 (tahun 2008), dan untuk XL paket 1GBnya adalah Rp279.000 (tahun 2008). Umumnya semua operator ini menggunakan modem HSDPA USB atau PCMCIA yang dapat berpindah atau nirkabel. Harga modem nirkabel tersebut berkisar antara Rp 1juta-Rp2,7juta (tahun 2008).

Kesimpulan

Pada awalnya komunikasi antar sesama hanya dapat dilakukan menggunakan telepon, surat, telegram, faximil, pager, dan percakapan face to face. Namun seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, saat ini manusia dimudahkan dengan berbagai media dalam berkomunikasi. Tidak hanya menggunakan telepon ataupun surat, dengan adanya telepon seluler semakin memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya.

Tidak hanya itu, kedatangan teknologi 3,5G ke dunia kita membuat segalanya menjadi lebih mudah dan lebih memungkinkan. Dampak positif dari adanya eknologi ini dapat kita rasakan, selain memudahkan kita untuk berkomunikasi, kemampuan teknologi 3,5G dapat memberikan kita layanan video streaming, music streaming, cuplikan film dan lain sebagainya. Seluruhnya dapat dilakukan sambil tetap melakukan teleon video dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain dari teknologi 3,5G yang paling sering di manfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini, kita dapat mengakses data atau internet dengan leih cepat. Selain dampak positif tentu ada dampak negatifnya, jika kita tidak dapat enggunakan fasilitas teknologi 3,5G dengan sebaik-baiknya.

Minggu, 01 Maret 2009

Teknologi Analog dan Teknologi Digital

Teknologi Informasi berkembang dengan sangat cepat selama beberapa tahun belakangan ini. Berbagai alat, aplikasi, jaringan dan infrastuktur mengalami kemajuan. Secara kasat mata, dapat dilihat bahwa banyak alat-alat baru yang berfungsi untuk menunjang kebutuhan untuk berkomunikasi. Masyarakat mulai fasih menggunakan internet, komputer, laptop, dan sebagainya. Masyarakat juga mulai terbiasa dengan Yahoo, Google, Wikipedia, Detik.com dan berbagai situs-situs lainnya yang berguna dalam berbagai keperluan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi ini berfungsi mempermudah, mempercepat, atau memberikan alternatif lain bagi pilihan berkomunikasi.
Perkembangan teknologi ini tentu saja mempunyai dampak terhadap sikap orang dalam berkomunikasi. Perkembangan HP, komputer, dan laptop yang didukung juga oleh perkembangan aplikasi pendukung seperti email, situs komunitas sosial, blog dan sebagainya telah merubah cara sebagain orang berkomunikasi. Komunikasi tatap muka digantikan dengan komunikasi jarak jauh. Surat pos digantikan dengan email. Suratkabar mulai digantikan media online seperti detik.com. Prof. Alwi Dahlan menyebutkan bahwa pembaca surat kabar ternyata adalah orang-orang yang lebih dewasa, yang mempunyai kebiasaan membaca Koran sejak muda. Sedangkan anak-anak muda lebih suka mencari informasi lewat media online. Perubahan inilah yang mendorong penulis untuk melihat lebih dalam dampak-dampak dari perkembangan teknologi terhadap cara orang berkomunikasi. Semakin tingginya aksesibilitas, serta semakin murahnya harga alat-alat teknologi komunikasi mendorong orang untuk semakin menggunakan teknologi dalam proses pertukaran makna (komunikasi).
Revolusi digital adalah perubahan dari teknologi analog ke teknologi digital. Berikut ini adalah perbedaan teknologi analog dan teknologi digital :

TEKNOLOGI ANALOG
Satu format komunikasi dalam satu media
Contoh :
Pers : teknologi mesin cetak
Foto : seluloid, kamera foto
Video : kamera video
TEKNOLOGI DIGITAL
Satu media dapat memuat semua format komunikasi
Contoh :
Komputer bisa menampilkan foto dan sekaligus memutar musik, menonton tv, mendengar radio, dan sebagainya.
Intinya, teknologi analog menstandarisasi semua data kedalam ukuran bit (satuan terkecil dari byte). Standarisasi data ini membuat alat komputer dapat mengolah data teks, suara, gambar, bahkan gambar bergerak. Digitalisasi juga mendorong adanya konvergensi teknologi, yaitu penyatuan media. Kita tidak perlu punya walkman, radio dan televisi, tetapi cukup komputer. Komputer dapat melakukan fungsi-fungsi walkman sebagai pemutar musik, radio sebagai penerima gelombang radio, dan televisi. Konvergensi ini kemudian mendorong terjadinya revolusi media :
Media Lama
>Sifatnya “mass media”
>Satu arah
>One to many
>Penerima pasif
>Isi permanen
>Terkendala ruang
>Terjadwal, lokal
Media Baru
>Sifatnya global dan personal
>Dua arah
>Many to many
>Interaktif
>Dinamis
>Bebas batas
>Realtime